Rangkaian Simulasi M4
c) Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
1. Sensor LDR sebagai Pendeteksi Ukuran Buah
-
Sensor LDR (Light Dependent Resistor) digunakan untuk mendeteksi ukuran buah jeruk berdasarkan intensitas cahaya yang diterima.
-
Ketika buah jeruk melewati sensor, sebagian cahaya yang mengenai LDR akan terhalang.
-
Jika buah berukuran besar, maka cahaya yang diterima LDR berkurang banyak → resistansi LDR meningkat → tegangan keluarannya (pada pembagi tegangan) naik.
-
Jika buah berukuran kecil, cahaya hanya sedikit terhalang → resistansi LDR lebih kecil → tegangan keluarannya lebih rendah.
-
-
Tegangan keluaran dari sensor LDR ini kemudian masuk ke input non-inverting (+) dari op-amp LM324 (U4:A) yang dikonfigurasikan sebagai detektor non-inverting comparator.
-
Pada input inverting (–), terdapat potensiometer (RV2) yang berfungsi sebagai pengatur ambang batas (threshold voltage).
-
Saat tegangan dari LDR melebihi ambang batas, keluaran op-amp menjadi logika tinggi (HIGH), yang kemudian diteruskan ke basis transistor NPN (Q1 - BD139) melalui resistor basis (RB).
-
Transistor Q1 berfungsi sebagai penguat arus dan saklar elektronik. Ketika basis menerima logika HIGH dari op-amp, transistor akan aktif (saturasi), dan arus akan mengalir untuk mengaktifkan aktuator (misalnya motor atau indikator LED) yang menandakan buah berukuran tertentu.
2. Sensor PIR sebagai Pendeteksi Buah Masuk ke Keranjang
-
Sensor PIR (Passive Infrared Sensor) digunakan untuk mendeteksi keberadaan buah jeruk yang telah jatuh ke keranjang.
-
Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan radiasi inframerah (panas) yang terdeteksi saat buah melintas di depan sensor.
-
Ketika PIR mendeteksi pergerakan (buah masuk), sensor akan menghasilkan sinyal logika HIGH yang dikirim ke rangkaian penghitung (counter).
3. Rangkaian Penghitung dan Penampil (Counter & 7-Segment Display)
-
Sinyal dari sensor PIR masuk ke IC 74LS193 (U6) yang berfungsi sebagai 4-bit synchronous up counter.
-
Setiap kali PIR mendeteksi buah masuk, sinyal pulsa akan menaikkan nilai hitungan pada counter sebesar satu.
-
Keluaran dari counter (QA, QB, QC, QD) diumpankan ke IC 74LS47 (U8) yang berfungsi sebagai BCD to 7-segment decoder/driver.
-
IC 74LS47 mengonversi data biner dari counter menjadi pola segmen untuk menampilkan angka pada display 7-segment.
-
Dengan demikian, setiap buah yang terdeteksi oleh sensor PIR akan menambah satu angka pada tampilan display — menunjukkan jumlah buah jeruk yang berhasil dipilah dan masuk ke keranjang.
4. Proses Keseluruhan Sistem
-
Buah jeruk melewati sensor LDR, sistem mendeteksi ukuran buah berdasarkan intensitas cahaya yang terhalang.
-
Jika tegangan hasil deteksi sesuai dengan kriteria tertentu (misalnya ukuran besar), maka output op-amp aktif dan menggerakkan transistor Q1 untuk menyalakan aktuator (misalnya motor pemilah atau indikator).
-
Setelah buah dipilah, buah akan masuk ke keranjang, dan sensor PIR mendeteksi pergerakannya.
-
Sinyal dari PIR dikirim ke counter (74LS193) untuk menambah hitungan buah yang telah masuk.
-
Hasil hitungan ditampilkan pada display 7-segment melalui decoder 74LS47.
5. Hasil Simulasi di Proteus
-
Saat buah (objek) diletakkan di depan LDR, nilai tegangan berubah sesuai intensitas cahaya.
-
Output op-amp dapat dilihat berubah dari 0V ke +5V tergantung kondisi deteksi.
-
Ketika buah masuk ke area sensor PIR, tampilan pada 7-segment akan bertambah satu angka, menandakan bahwa satu buah jeruk telah terhitung.
Komentar
Posting Komentar