Pratikum PBL Modul 2




MODUL 2

OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

1. Pendahuluan[Kembali]

1. Responsi dilakukan diawal praktikum selama 15 menit

 2. Praktikum dilakukan selama 1x dalam seminggu dengan durasi 90 menit                     

 3. Laporan Akhir dikumpulkan sesuai dengan kesepakatan bersama Asisten Praktikum (Format disesuaikan dengan isi blog)

2. Tujuan[Kembali]

1. Dapat menggunakan dan mengetahui kegunaan dari oscilloscope

2. Dapat mengetahui bentuk gelombang Lissajous

3. Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu seri 

4. Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu Prallel

3. Alat dan Bahan[Kembali]

A. Alat

1. Generators

Function
2. Oscilloscope


Oscilloscope

3. Instrument


Multimeter

4. Module


Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel 



5. Base Station


4. Jumper

  Jumper



B. Bahan



Resistor

    

Lampu



A. Resistor

Resistor merupakan komponen penting dan sering dijumpai dalam sirkuit Elektronik. Boleh dikatakan hampir setiap sirkuit Elektronik pasti ada Resistor. Tetapi banyak diantara kita yang bekerja di perusahaan perakitan Elektronik maupun yang menggunakan peralatan Elektronik tersebut tidak mengetahui cara membaca kode warna ataupun kode angka yang ada ditubuh Resistor itu sendiri.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.

Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.

Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :
Tabel Kode Warna Resistor

Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :
Cara menghitung nilai resistor 4 gelang

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

Contoh :

Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

Perhitungan untuk Resistor dengan 5 Gelang warna :
Cara Menghitung Nilai Resistor 5 Gelang Warna

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-3
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

Contoh :

Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.



Contoh-contoh perhitungan lainnya :

Merah, Merah, Merah, Emas → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi
Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi

Cara menghitung Toleransi :
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm

B. Oscilloscope

Osiloskop digunakan untuk mengamati bentuk gelombang dari sinyal listrik. Selain dapat menunjukkan amplitudo sinyal, osiloskop dapat juga menunjukkan distorsi dan waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik)

Prinsip pengukuran frekuensi dengan metode Lissajous yaitu jika tegangan sinus diberikan pada input X dan sinyal dengan gelombang sinus yang lain dimasukan pada input Y, maka pada layar akan terbentuk seperti pada gambar 2.1.

Pada kedua kanal dapat diberikan sinyal tegangan yang bukan berupa sinus. Gambar yang ditampilkan pada layar, tergantung pada bentuk sinyal yang diberikan.
  

Gambar Metoda Lissajous
Pengukuran Frekuensi

Sinyal  yang  akan  diukur dihubungkan  pada  input Y,  sedangkan  function generator dengan frekuensi yang diketahui dihubungkan pada input X.

 


 Gambar 2.2 Pengukuran Frekuensi

 Frekuensi  generator  kemudian  diubah,  sehingga  pada  layar  ditampilkan lintasan tertutup yang jelas, frekuensi sinyal dapat ditentukan dari bentuk lintasan in

        


 
f: f = 2:1  


    
f: f = 1:2
Gambar 2.3. Perbandingan Frekuensi pada Lissajous

Cara ini hanya mudah dilakukan untuk perbandingan frekuensi yang mudah dan bulat (1:2, 1:3, 3:4 dst)   

 

 C. Lampu 



Lampu adalah sebuah peranti yang memproduksi cahaya. Kata "Lampu" dapat juga berarti bola Lampu. Lampu pertama kali ditemukan oleh Sir Joseph William Swan.

Lampu adalah sebuah benda yang berfungsi sebagai penerang, lampu memiliki bentuk seperti botol dengan rongga yang berisi kawat kecil yang akan menyalah apabila disambungkan ke aliran listrik.

jika memasang beberapa lampu dengan rangkaian seri, maka nyala yang dihasilkan oleh lampu tersebut tidak menjadi begitu terang. Hal tersebut terjadi, dikarenakan lampu membutuhkan arus listrik yang cukup besar, terutama apabila ada banyak lampu.

Prinsip kerja dari rangkaian seri adalah jika dalam rangkaian listrik tersebut diberi dua lampu, kemudian ada satu sakelar dan sakelar tersebut dimatikan, maka kedua lampu pun akan ikut mati.Hal ini tentu berbeda dengan cara kerja dari rangkaian paralel. Sebab, rangkaian paralel adalah sebuah rangkaian elektronik atau listrik yang proses penyusunannya dilakukan dengan cara bersusun atau sejajar.

Pada rangkaian paralel, rangkaian listrik terhubung secara bercabang atau berderet dan berbeda dengan rangkaian seri. Dikarenakan bercabang, maka setiap komponen yang dilalui oleh arus listrik akan dijumlahkan dan menjadi jumlah total arus secara keseluruhannya.

5. Percobaan[Kembali]
 1. OSILOSKOP
  a) Prosedur

-Tegangan Searah 

                                

a. Atur output power supply sebesar 4 Volt 

b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply 

c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

Tegangan Bolak Balik 

a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p 

b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscop

b)Hardware 



 
1. Power Suplay


 Signal generator - Wikipedia

Sumber tegangan yang nantinya akan menjadi objek pengukuran dengan osiloskop.

2.Osiloskop

 Osiloskop - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Alat yang digunakan untuk mengukur gelombang listrik.

c)Rangkaian simulasi dan prinsip kerja

 




 Saat generator dihidupkan, arus akan mengalir melalui kabel dan masuk ke input osiloskop. Lalu osiloskop menampilkan sinyal listrik yang dihasilkan oleh arus listrik.

d)Kondisi

-

e)Video Simulasi






-Rangkaian 2

a)Prosedur

                             

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut 

b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal 

c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator 

d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator 

e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang puls

b)Hardware 


 1. Power Suplay


 Signal generator - Wikipedia

Sumber tegangan yang nantinya akan menjadi objek pengukuran dengan osiloskop.

2.Osiloskop

 Osiloskop - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Alat yang digunakan untuk mengukur gelombang listrik.

c)Rangkaian simulasi dan prinsip kerja

 



 Saat generator dihidupkan, arus akan mengalir melalui kabel dan masuk ke input osiloskop. Lalu osiloskop menampilkan sinyal listrik yang dihasilkan oleh arus listrik. Sementara bagian output generator mengalur ke ground

d)Kondisi

-

e)Video Simulasi




 

-Rangkaian 3

a)Prosedur

1. Susun rangkaian seperti gambar berikut



2. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B 

3. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B 

4. Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya. Bacalah penunjukan frekuensi generator 

5. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat

b)Hardware 

 1. Power Suplay


 Signal generator - Wikipedia

Sumber tegangan yang nantinya akan menjadi objek pengukuran dengan osiloskop.

2.Osiloskop

Osiloskop - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Alat yang digunakan untuk mengukur gelombang listrik.

c)Rangkaian simulasi dan prinsip kerja

 


 Saat generator dihidupkan masing masing arus dari dua generator mengalir menuju ke osiloskop sementara bagian output mengalir ke arah ground. Generator satu mengalir masuk ke channel A dan generator dua mengalir ke channel B. Osiloskop lalu menampilkan sinyal gelombang dari listrik.

d)Kondisi

-

e)Video Simulasi

 





 2. PENGUKURAN DAYA

a)Prosedur

a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt 

b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter 

c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel 

d. Catat penunjukan dari wattmeter

b)Hardware 


 1. Baterai 

Battery - Energy Education


 
Sumber tegangan yang nantinya akan menjadi objek pengukuran dengan osiloskop.

2.Lampu

LAMPU LED | E-Katalog 5.0

                              

3. Voltmeter

Baomain Voltmeter DH-670 DC 0-30V Rectangular Class Indonesia | Ubuy

                           

4. Amperemeter

Amperemeter - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

                                          

c)Rangkaian simulasi dan prinsip kerja

 


 Arus listrik mengalir dari kutub positif baterai melewati hambatan berupa lamu yang menyebabkan lampu menyala. Lalu arus menglair lagi menuju kutub negatif. Saat mengalir arus mengalir melalui amperemeter sehingga amperemeter membaca besaran arus dan volmeter membaca besarnya tegangan pada rangkaian.

d)Kondisi

-

e)Video Simulasi




1. Percobaan Osiloskop



Video Demo Percobaan Osiloskop



2. Percobaan Pengukuran Daya


Video Demo Percobaan Pengukuran Daya 
Rangkaian Seri



Video Demo Percobaan Pengukuran Daya 
Rangkaian Paralel






Komentar

Postingan populer dari blog ini